KORMI Kota Mojokerto, Tugas dan Fungsi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Mojokerto adalah sebagai mitra pemerintah dalam rangka memfasilitasi dan mediasi serta memotivasi dunia olahraga pada pencapaian prestasi maksimal. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Mojokerto sebagai organisasi kepanjangan tangan pemerintah (organisasi mitra pemerintah) merupakan satu satunya badan yang bertanggung jawab terhadap olahraga masyarakat (mengelola, membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan setiap dan seluruh pelaksanaan olahraga rekreasi masyarakat setiap anggota di wilayah Kota Mojokerto. Oleh karena itu Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) mempunyai tugas dan peran yang besar dalam membantu pemerintah dalam menentukan arah kebijakan terkait pengelolaan, pengembangan dan pembinaan serta pengembangan olahraga rekreasi masyarakat di Kota Mojokerto.
Maksud dan tujuan dibentuknya organisasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Mojokerto adalah :
Menjalankan program kerja organisasi;
Mendukung program kerja induk organisasi cabang olahraga anggota KORMI Kota Mojokerto dalam mengembangkan olahraga rekreasi di Kota Mojokerto; Mewadahi dan membina masyarakat dalam kegiatan olahraga sehingga olahraga dijadikan sebagai budaya dan gaya hidup demi terciptanya masyarakat yang produktif;
Melakukan Pembinaan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dalam rangka pengelolaan olahraga rekreasi masyarakat sebagai wujud peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM);
Membantu program Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan Indeks Kebahagian melalui kegiatan olahraga masyarakat Kota Mojokerto.
Komite Olahraga Masyarakat Indonesia disingkat KORMI adalah organisasi keolahragaan nasional sebagai satu-satunya wadah berhimpun berbagai induk organisasi olahraga (INORGA) masyarakat Indonesia yang berstatus mandiri. KORMI didirikan 9 September 2000 di Jakarta dengan nama Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia disingkat FOMI, dan selanjutnya menyesuaikan diri dengan peraturan perundangundangan yang berlaku menjadi Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia disingkat FORMI pada 5 Desember 2009 dan 28 September 2020 berubah menjadi Komite Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia, terakhir menjadi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia disingkat KORMI melalui proses Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diselenggarakan pada hari Rabu 22 Februari 2023. KORMI juga merupakan anggota dari TAFISA (The Association For International Sport for All).
Pada tahun 2023, KORMI sudah berada di 38 Provinsi dan Kabupaten/Kota dibawahnya serta memiliki anggota sebanyak 84 Inorga yang terbagi dalam 3 Komisi yaitu Komisi Olahraga dan Kebugaran (OKK), Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) dan Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT).
Organisasi olahraga yang sekarang bernama KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia), dibentuk tanggal 9 September tahun 2000 di Jakarta, dengan nama awal FOMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia).
Pada Munas tanggal 4-5 Desember 2009, nama FOMI kemudian diganti menjadi FORMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia). Pergantian nama tersebut guna menyesuaikan diri dengan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU-SKN) Nomor 3 Tahun 2005, yang mengatur ruang lingkup olahraga nasional menjadi 3 kategori, yakni Olahraga Pendidikan, Olahraga Prestasi
KORMI bermula dari Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) yang didirikan oleh beberapa induk organisasi olahraga. Seiring berkembangnya waktu dan dinamika di Pemerintahan, FOMI pun bertransformasi menjadi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dan pada tahun 2020 kembali melakukan perubahan menjadi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau KORMI dan ditahun 2022 melakukan perubahan lagi dengan menghapuskan kata Rekreasi dan menjadi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia melalui proses Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diselenggarakan pada hari Rabu 22 Februari 2023.
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2005,olahraga rekreasi berbeda dari olahraga prestasi karena bertujuan untuk
:
- Memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani, dan kegembiraan
- Membangun hubungan sosial
- Melestarikan kekayaan budaya daerah dan nasional
Selain itu, tujuan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) adalah untuk mempromosikan, mengembangkan dan meningkatkan olahraga di masyarakat Indonesia. KORMI bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga, baik secara kompetitif maupun rekreasi. Beberapa tujuan umum KORMI meliputi:
1.
Meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat
: KORMI berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat olahraga untuk kesehatan dan memotivasi mereka untuk aktif secara fisik.
2.
Membangun bakat olahraga
: KORMI berperan dalam mencari, melatih, dan mengembangkan bakat-bakat olahraga di masyarakat Indonesia. Mereka dapat mengadakan 3. program pembinaan, seleksi, dan pelatihan bagi pegiat muda yang berpotensi.
3.
Meningkatkan prestasi olahraga
: KORMI memiliki peran dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka dapat mendukung pegiat-pegiat dalam persiapan, pengiriman, dan partisipasi dalam berbagai kompetisi olahraga.
4.
Mengadakan kegiatan olahraga dan event nasional
: KORMI mengorganisir berbagai kegiatan olahraga seperti turnamen, festival olahraga, pertemuan antarklub, dan lain sebagainya. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam olahraga.
5.
Membangun infrastruktur olahraga
: KORMI bersama dengan Inorga juga berperan dalam membangun dan meningkatkan fasilitas olahraga di masyarakat, termasuk lapangan, stadion, pusat kebugaran, dan tempat latihan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk berolahraga.
Sepak takraw merupakan olahraga masyarakat yang memadukan kelincahan, kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan membaca arah bola. Permainan ini menggunakan bola rotan atau bola sintetis yang dimainkan melewati net dengan kaki, kepala, lutut, dan bagian tubuh lain selain tangan. Gerakannya dinamis sehingga tubuh terus aktif selama pertandingan maupun latihan.
Di Mojokerto, sepak takraw dapat menjadi pilihan kegiatan rekreasi yang menyenangkan bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Aktivitas ini mendukung gaya hidup aktif sekaligus membuka ruang interaksi sosial. Sejalan dengan semangat olahraga masyarakat, KORMI Kota Mojokerto dapat menjadi bagian penting dalam mendorong kegiatan olahraga yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Permainan sepak takraw membuat pemain banyak bergerak dalam waktu singkat. Lari kecil, loncatan, perubahan arah, dan tendangan berulang membantu meningkatkan daya tahan jantung serta paru-paru. Intensitas permainan dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan, sehingga latihan tetap bermanfaat bagi pemula tanpa harus langsung mengikuti pertandingan penuh.
Gerakan menendang dan melompat juga melatih otot kaki, pinggul, perut, serta punggung. Ketika tubuh berusaha mempertahankan posisi setelah melakukan sepak sila atau sundulan, otot inti bekerja menjaga kestabilan. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini membantu meningkatkan stamina, kekuatan, dan kebugaran jasmani.
Bola takraw bergerak cepat dan sering berubah arah. Pemain harus memperkirakan lintasan, menentukan posisi tubuh, kemudian melakukan gerakan dalam waktu yang tepat. Rangkaian tersebut melatih koordinasi mata dan kaki, kecepatan reaksi, serta ketepatan gerak.
Latihan sederhana seperti mengontrol bola dengan kaki bagian dalam, paha, atau punggung kaki dapat dilakukan secara bertahap. Pemain belajar mengatur tenaga agar bola tidak terlalu tinggi atau terlalu jauh. Kemampuan ini memperkuat kontrol motorik dan membantu tubuh merespons situasi gerak dengan lebih efisien.
Salah satu ciri khas sepak takraw adalah penggunaan gerakan akrobatik yang membutuhkan keseimbangan. Ketika mengangkat satu kaki untuk menerima bola, pemain perlu menjaga pusat gravitasi agar tidak mudah jatuh. Kebiasaan tersebut melatih propriosepsi, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi anggota badan saat bergerak.
Kelenturan juga berperan penting, terutama pada otot paha belakang, pinggul, betis, dan punggung. Peregangan sebelum dan sesudah latihan membantu menjaga rentang gerak serta mengurangi risiko cedera. Dengan fleksibilitas yang baik, teknik tendangan dapat dilakukan secara lebih nyaman dan terkontrol.
Sepak takraw umumnya dimainkan secara beregu, sehingga keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Setiap anggota memiliki peran untuk menerima bola, mengumpan, atau melakukan serangan. Pemain perlu memahami pola permainan dan menyesuaikan gerak dengan posisi rekan satu tim.
Komunikasi menjadi bagian penting selama pertandingan. Teriakan singkat, isyarat, dan kesadaran terhadap ruang membantu pemain menghindari kesalahan ketika mengejar bola. Dari proses ini, peserta belajar mempercayai rekan, menghargai kontribusi setiap orang, serta mengambil keputusan bersama dalam tekanan waktu.
Latihan sepak takraw membutuhkan jadwal yang teratur. Pemain perlu datang tepat waktu, melakukan pemanasan, mengulang teknik dasar, dan mengikuti arahan pelatih. Rutinitas tersebut membangun disiplin yang dapat diterapkan dalam kegiatan sekolah, pekerjaan, maupun aktivitas harian.
Pertandingan juga mengajarkan sikap sportif. Pemain belajar menerima keputusan wasit, mengakui kesalahan, dan menghormati lawan. Kemenangan memang menjadi tujuan, tetapi proses bermain secara jujur dan menjaga hubungan baik merupakan nilai penting dalam olahraga masyarakat.
Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan ketegangan dan meningkatkan suasana hati. Bermain bersama teman membuat latihan terasa lebih ringan karena diisi percakapan, dukungan, dan pengalaman yang menyenangkan. Kegiatan ini dapat menjadi cara sehat untuk mengurangi kejenuhan akibat rutinitas belajar atau pekerjaan.
Lapangan takraw juga menjadi ruang pertemuan lintas usia dan latar belakang. Pemain baru dapat berkenalan dengan anggota komunitas, belajar dari yang lebih berpengalaman, dan merasa memiliki lingkungan yang mendukung. Partisipasi semacam ini memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan publik.
Pemula sebaiknya menguasai teknik dasar sebelum mencoba gerakan sulit. Latihan dapat dimulai dengan pemanasan, mengontrol bola secara berpasangan, dan melakukan operan ringan melewati net. Durasi latihan perlu disesuaikan dengan kondisi fisik agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi.
Perlengkapan yang tepat turut mendukung keamanan. Gunakan sepatu olahraga dengan daya cengkeram baik, pakaian yang memungkinkan tubuh bergerak bebas, serta lapangan yang permukaannya rata dan tidak licin. Hentikan latihan bila muncul nyeri tajam, pusing, atau sesak yang tidak biasa, kemudian lakukan pemulihan sebelum kembali bermain.
Program latihan yang teratur akan membuat manfaat olahraga lebih mudah dirasakan. Pengurus klub, sekolah, atau kelompok warga dapat mengombinasikan teknik, permainan ringan, dan aktivitas kebugaran agar peserta tetap termotivasi. Pendekatan bertahap juga membuat sepak takraw dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia.
Beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan dalam sesi latihan mingguan:
Dengan pengelolaan yang baik, lapangan sepak takraw dapat menjadi pusat aktivitas fisik yang rutin sekaligus ruang pembinaan karakter. Kegiatan bersama juga lebih mudah berkembang ketika didukung koordinasi antara komunitas, sekolah, organisasi olahraga, dan pemangku kepentingan setempat.
Bermain sepak takraw memberi manfaat yang luas bagi kebugaran, koordinasi, keseimbangan, kesehatan mental, dan kemampuan bekerja sama. Mari hidupkan kegiatan sepak takraw di lingkungan masing-masing melalui latihan teratur, pertandingan persahabatan, dan partisipasi dalam program olahraga masyarakat Mojokerto.